Location Base Service
Proposal APLIKASI PENJUALAN DASWOL PADA CV. PUTRA MANDIRI MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI 7.0
PROPOSAL
APLIKASI PENJUALAN DASWOL PADA CV. PUTRA MANDIRI MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI 7.0
Disusun Oleh :
Betty Monica
Imam Afandi
Nurfitriana
UNIVERSITAS GUNADARMA
LATAR BELAKANG
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas masalah yang akan dibahas yaitu bagaimana membuat aplikasi penjualan daswol sehingga pemilik dapat melakukan proses pengolahan data dan perhitungan dalam pembuatan laporan penjualan secara cepat dan akurat menggunakan Borland Delphi 7.0.
WAKTU PELAKSANAAN PROYEK
BIAYA PERSIAPAN
BIAYA PENGERJAAN
BIAYA KESELURUHAN
Biaya Keseluruhan = Biaya Persiapan + Biaya Pengerjaan = Rp 13. 000. 000 + Rp 7. 850. 000 = Rp 20. 850. 000
METODOLOGI
2.Desain Fungsi
3.Pemprograman
4.Pengujian
5.Instalasi
6.Pelatihan
7.Pemeliharaan
8.Dokumentasi
LPSE (layanan Pengadaan Secara Elektronik )
| 1. | Pengumuman Lelang Oleh Panitia |
| 2. | Upload Dokumen Lelang Oleh Panitia |
| 3. | Download Dokumen Lelang Oleh Penyedia |
| 4. | Penjelasan Lelang |
| 5. | Pemasukan Dokumen Penawaran Oleh Penyedia |
| 6. | Pembukaan Dokumen Penawaran Oleh Panitia |
| 7. | Pengumuman Pemenang |
| 8. | Sanggahan Terhadap PPK |
| 1. | Mengelola System e-procurement |
| 2. | Menyediakan pelatighan kepada PPK/Panitia dan penyedia barang/jasa |
| 3. | menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia Barang/Jasa |
| 4. | Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan system e-procurement kepada PPK/Panitia dan Penyedia Barang / Jasa |
| 5. | Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK / Panitia dan penyedia Barang / Jasa |
- Membentuk tim/gugus tugas untuk menyiapkan LPSE
- Menyusun perangkat peraturan untuk implementasi e-Procurement, antara lain :
- Peraturan tentang Pembentukan Tim
- Peraturan tentang Implementasi e-Procurement
- Peraturan tentang Organisasi Unit LPSE
- Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk beroperasinya LPSE, yaitu :
- Ruangan
- Server
- Komputer
- Jaringan internet
- Menyiapkan SDM pengelola LPSE
- Menyelenggaraan sosialisasi kepada satuan kerja dan Penyedia
- Melakukan pelatihan kepada pengelola LPSE, PPK/Panitia dan Penyedia
- LPSE Sistem Provider
Pada gambar dibawah ini LPSE diasumsikan akan membangun jaringan (LAN) baru atau tidak terhubung dengan jaringan (LAN) lain.
Pengertian Etika
Photoshop Gratis untuk iPad
Photoshop Gratis untuk iPad
- Basics: Crop, Straighten, Rotate, Flip
- Color: Exposure, Saturation, Tint, Black and White, Contrast
- Filters: Sketch, Soft Focus, and Sharpen
- Borders: Rectangle, Rounded, Oval, Soft Edge, Vignette, Rough Edge, Halftone, Film Emulsion
- Effects: Vibrant, Pop, Border, Vignette Blur, Warm Vintage, Rainbow, White Glow, Soft Black and White. [infokomputer]
TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Pentingnya Manajemen Kontrol Keamanan Pada Sistem
Informasi adalah salah suatu aset penting dan sangat berharga bagi kelangsungan hidup bisnis dan disajikan dalam berbagai format berupa : catatan, lisan, elektronik, pos, dan audio visual. Oleh karena itu, manajemen informasi penting bagi meningkatkan kesuksusesan yang kompetitif dalam semua sektor ekonomi.
Sebuah informasi sangat membutuhkan adanya suatu keamanan. Mengapa ?Keamanan Informasi adalah suatu upaya untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki. Hal ini dikarenakan meningkatnya berbagai penipuan, spionase, virus, dan hackers yang akan mengancam informasi.
Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek-aspek berikut:
1. Confidentiality (kerahasiaan) aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
2. Integrity (integritas) aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
3. Availability (ketersediaan) aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait (aset yang berhubungan bilamana diperlukan).
Sebuah sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) adalah seperangkat kebijakan berkaitan dengan keamanan informasi manajemen atau TI resiko terkait. Prinsip yang mengatur di belakang SMKI adalah bahwa organisasi harus merancang, menerapkan dan memelihara seperangkat kebijakan, proses dan sistem untuk mengelola risiko aset informasi perusahaan, sehingga menjamin tingkat risiko yang dapat diterima informasi keamanan.
Tujuan pengontrolan adalah untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan. Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana harus menjalani tahapan/fase yang antara lain :
• Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala
• Fase Analisis & Disain
Mengidentifikasi kebutuhan informasi
Menentukan kriteria penampilan
Menyusun disain dan standar operasi CBIS
• Fase Implementasi
Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan
Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS
• Fase Operasi & Kontrol
Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC
Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan












